Seperti menjadi budak bagi mertua


menantu idealPertanyaan :

Assalamualaikum.

Saya baru menikah 8bulan, dan sekarang saya hamil 7bulan.. Setelah menikah ibu mertua saya meminta saya dan suami tinggal bersamanya, karena suami adalah anak bungsu dan ke2 saudaranya sudah berumah tangga dan punya rumah masing2.. Jadi saya harus mengikuti permintaan ibu mertua. Papa mertua saya sudah almarhum. Selama tinggal disana saya merasa menjadi budak, entahlah apa karena saya belum terbiasa utk mengerjakan segalanya sendiri sebelumnya, waktu tinggal bersama orangtua.. Orangtua selalu membantu segala kebutuhan dan urusan rumah (bersih2) setelah menikah saya diwajibkan utk merawat suami, merawat ibu mertua, membersihkan Rumah, dan semua tugas rumahtangga lainnya seperti masak. Keluar rumah pun susah sekali, semacam kaget dengan kebiasaan baru. Memang mertua saya adalah seorang guru, dan umurnya sekitar 60, tapi beliau masih sehat. Saya sering ngerasa tersiksa.. Dimana dalam keadaan hamil yg butuh perhatian dan penhertian ini malah harus aku yg mengerti seisi Rumah. Niat pingin pulang kerumah dan tinggal bersama orangtua sering terlintas. Membayangkan kalo dirumah ada yg bantu pekerjaan Rumah.. Kalo Lagi Capek ada yg buatin makan. Tapi apa daya . Yang ingin saya tanyakan, apakah says berkewajiban untuk mengurus segala kebutuhan ibu mertua? Apa saya berdosa apabila saya terkadang tidak menuruti perintahnya karena saya lelah? Di benak saya, saya hanya wajib mengurus segala kebutuhan suami dan menghormati, menyayangi mertua tanpa harus menjadi budaknya (ibu mertua) . Mohon solusi terbaiknya supaya saya tidak stress dan menangis tiyap Hari.. Saya ngga tega dengan janin dalam kandungan.

putri
Email: c.tyo****@gmail.com

Jawaban : 

Wa’alaykumussalam warahmatullahi wabarakaatuh..

Bismillaah, washalatu wassalamu ‘ala Rosulillaah shallallaahu ‘alaihi wasallam..

Ibu Putri yang semoga Allah mulyakan. 

Dalam sebuah rumah tangga, Islam hanya mewajibkan ibu berbakti kepada suami, bukan kepada selainnya. Akan tetapi diantara bentuk berbakti kepada suami, bisa jadi diantaranya dengan jalan membantu merawat dan mengurusi ibu dari suami (mertua), terlebih jika mereka sudah udzur. Dan ini semua insya Allah berpahala, dan menambah nilai plus seorang istri dimata suami.

Hangatkan musim hujan dengan jahe merah karomah

Hangatkan musim hujan dengan jahe merah karomah

Secara psikologis, wanita hamil memang membutuhkan banyak istirahat, fikiran tenang, asupan makan yang bergizi, dan jangan terlalu lelah. Oleh karena itu, cobalah dibicarakan dengan suami perihal kondisi ibu, mulai dengan membicarakan masalah melemahnya fisik, dan bukan soal rasa tak mau mengurusi rumah tangga. Seorang suami yang baik, insya Allah akan mengerti.

Ibu masih tetap bisa membantu merawat ibu mertua dengan sekemampuan ibu, dan tentunya juga mempertimbangkan kesehatan pula. Dan lakukan semuanya dengan ikhlas, perasaan seperti di perbudak, mungkin itu hanya perasaan semata saja karena faktor belum terbiasa, jika sudah terbiasa, maka selebihnya itu semua adalah sebuah kewajiban, kebutuhan dan upaya pengumpulan pahala, suatu hari disaat ibu sudah menjadi mertua pun, mungkin akan memiliki perasaan yang sama, karena sebuah hal yang wajar jika seorang ibu berharap kelak istri dari anak lelakinya mengurusi semua kebutuhannya disaat mereka telah lanjut usia..

Semoga membantu..

Oleh Admin Blog :

Muhammad Yusuf

 

About Abu Iram Al-Atsary

kumpulan catatan dari akun facebook http://facebook.com/abu.iram

Posted on 20 Februari 2015, in Konsultasi Keluarga and tagged , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tulis Respon Anda Disini :

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: