Pasutri, Jangan Remehkan Urusan Ranjang


Tujuan pernikahan salah satunya untuk mendapatkan sakinah (ketenangan), mawaddah (cinta), dan rahmah (kasih sayang). Dan salah satu hal yang memengaruhi semua itu, pemenuhan terhadap kebutuhan seksual. Logikanya, bagaimana mungkin rumah tangga akan tenang, jika ada pihak yang tidak terpenuhi kebutuhan seksualnya?

Rasulullah menegaskan, “wahai para pemuda, barangsiapa yang telah memiliki kemampuan seksual (baa’ah), hendaknya ia menikah….” (Riwayat Muslim)

Sabda beliau ini mengisyaratkan, kebutuhan seksual adalah salah satu kebutuhan pokok yang harus terpenuhi dalam pernikahan. Sementara, kebutuhan seksual itu sendiri memiliki kemungkinan untuk gagal terpenuhi. Dengan demikian, kegagalan memenuhi kebutuhan seksual dalam kehidupan rumah tangga-entah karena faktor dan alasan apapun-, identik dengan gagalnya sebuah perkawinan.

Untuk itu, setiap pasutri seharusnya mengetahui seluk beluk pemenuhan kebutuhan seks ini secara islami, dan yang tak kalah penting, hendaknya mereka segera mencari solusi, di saat ada gangguan dalam “urusan ranjang” ini.

Pasutri hendaknya tidak enggan dan malu untuk mencari jalan keluar mengakhiri masalah yang menimpa urusan ranjang mereka. Tentu, tidak sembarang solusi boleh dicoba dan digunakan. Karena, begitu banyak pengobatan maupun terapi seksual yang bertentangan dengan syariat islam. Dari penggunaan barang-barang yang haram dan berbahaya, hingga bantuan jin yang akan menyeret penggunanya ke dalam larang terbesar dalam agama (syirik). Makanya, kehati-hatian sangat diperlukan dalam masalah ini.

Pembaca sekalian, mengingat begitu penting masalah ini, Maka kami mencoba untuk mengupasnya sedalam dalamnya. Harapan kami, semoga pasutri tidak lagi memandang sebelah mata dalam urusan ini, apalagi jika kebetulan urusan ranjang mereka sedang terganggu. Akan sangat berbahaya jika pasutri merasa malas dan enggan untuk berusaha mendapatkan solusinya.

— Majalah Sakinah —

About Abu Iram Al-Atsary

kumpulan catatan dari akun facebook http://facebook.com/abu.iram

Posted on 9 Mei 2012, in Ranjang Pasutri and tagged . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. Silahkan anda baca tulisan disini Fikih Ranjang 1,2,3 pak. Terima kasih atas kunjungannya …

Tulis Respon Anda Disini :

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: