Suami kurang perhatian kepada Istri


animasi-jahePertanyaan:

pernikahan kami berjalan hampir 10 thn, n sudah dikaruniai 2 orang anak pr, namun… pernikahan ini berjalan seolah berada diatas air sehingga mengapung. pertengkaran sering kali timbul. hal kecil saja kesalahan sang istri seolah dibesar2 kan oleh suami saya, saya sdh berubah n berusaha seperti apa yg diinginkan suami saya. namun dimata suami saya selalu saja sama. seolah semua usaha yg saya lakukan tak ada sedikitpun nilainya. padahal saya sendiri merasa tertekan dengan pernikahan n sikap suami. namun saya selalu berusaha menerimanya, namun kesabaran seseorang tentu ada batasnya. Haruskah istri yg selalu harus mengalah….? terusterang dari segi nafkah saya tak terlalu mempersoalkan suami tdk atau pun kurang menafkahi saya, krn sy memiliki penghasilan. namun terkadang memang ada rasa ingin lah diberikan sesuatu penghargaan dr suami, namun ach itu hanya mimpi blaka. blom lagi masalah hub. intim yg selalu saya didzalimin, krn seringkali iya tak bisa menahan keinginnnya shg saya ditinggalkan,  masalah perhatian n kasih sayang pun saya tak mendaoatkan darinya. memang saya akui komunikasi diantara kami sangatlah kurang. suami saya seorang yg keras, memang ia seorang yg taat beragama, namun ia kurang memiliki sensitif atau perasaan yg peka sehingga inilah awal pemicu keributan kami. blom lagi ketika dirmh tak ada seorang prt yg membantu daya dirumah, saya harus bekerja dirumah n menjaga anak2 sendiri bahkan sayapun bekerja juga. ini pun menjadi masalah bagi suami saya yg kurang saya layani dng baik. krn sudah tdk terpegang lg oleh saya. membagi wkt antara rumah, anak n karir.

RIKA mc***ro@yahoo.com


 

Jawaban Admin :

Bismillaah..

Ibu Rika yang semoga Allah Rahmati..

Masa 10 Tahun adalah masa yang masyaa Allah sudah lumayan lama. Dan sewajarnya jika dalam masa tersebut pasangan bisa saling memahami satu sama lain.

Dalam masa tersebut, memang terkadang terjadi “kejenuhan” sehingga diperlukan upaya merefresh hubungan dengan memperbanyak komunikasi dan membangun kedekatan yang lebih intensif.

Soal watak seseorang, memang sulit merubahnya, malah terkadang kita memang haruslah banyak mengalah, terlebih istri kepada suaminya.

Saran saya :

  1. Bangun kembali komunikasi yang baik dengan suami, dan niatkan karena Allah semata untuk memperbaiki semuanya, dan jangan lupa berdoa.
  2. Perbanyak membaca tentang ilmu Islam, bagaimana sikap dan kedudukan istri dalam islam, sehingga ibu akan bisa lebih memahami keadaan suami, dan sebaliknya, coba da’wahi suami dengan memberikan bacaan tentang rumah tangga islam, dan ceramah ceramah islam, sebaiknya siapkan channel Rodja TV di rumah jika ada parabola, disaat senggang dirumah, setellah dan dengarkan kajiannya, Insya Allah akan banyak manfaat yang bisa ibu dan suami ambil.
  3. Soal ibu bekerja, memang itu sebuah dilematis yang real yang banyak dihadapi oleh para pelaksana rumah tangga, disatu sisi terkejar kebutuhan hidup, disisi lain urusan keluarga, mendidik anak akan terbengkalai. Saran saya, pilahlah mana yang terbaik, yang tentunya harus ada yang dikorbankan, dengan kata lain, jika ibu terus bekerja, tentu keluarga menjadi tumbalnya, jika ibu berhenti, maka Allah yang akan cukupkan rizki ibu, dan urusan keluarga, mendidik anak tentu akan bisa menjadi lebih focus lagi. nah itulah pilihannya, mau tidak mau, tentu harus ada pilihan yang ibu ambil, karena takkan bisa terpenuhi keduanya secara langsung disaat ibu bekerja diluar rumah. Adapun jika berhenti bekerja, ibu bisa tetap membantu suami menambah penghasilan dengan usaha yang tak perlu bekerja diluaran, ada banyak usaha yang bisa ibu kelola dengan tetap bisa dirumah.

Sekian saran saya, semoga membantu, mohon maaf jika kurang berkenan..

Admin Blog :

Muhammad Yusuf Abu Iram

About Abu Iram Al-Atsary

kumpulan catatan dari akun facebook http://facebook.com/abu.iram

Posted on 17 Agustus 2014, in Konsultasi Keluarga and tagged . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tulis Respon Anda Disini :

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: