Suami egois dalam hubungan ..


Pertanyaan:

Assalaamu’alaikum…

Saya seorang istri yg bru mnikah slama 2 thun.. Tp slama itu saya mrasa tdk prnh mndpt kepuasan dr suami.. Bahkan bs d blang kami jrng mlakukan hubngan suami istri.. Suami spertinya mls melkukannya dan slalu trburu-buru jka hubungan pun..saya coba mmbicrakan ini dgn suami.tp dia marah se’olh tdk mau pduli.. Bgaimna saya hrus brbuat..?? Trimakasih sbelumnya untuk solusinya..

C****

Email : m*******e@gmail.com

Jawaban :

Wa’alaykumussalam warahmatullah..

Bismillah..

Ibu yang semoga Allah rahmati, memang kompleks masalah yang ibu hadapi. Dan saya akan berikan beberapa jawaban, semoga berkenan dan bermanfaat..

Pertama

Berkaitan dengan masalah kepuasan yang dikeluhkan. Hal ini sebenarnya masih dapat di perbaiki, dengan cara masing-masing pihak memahami bagaimana makna seks dan hal hal yang terkait dengan masalah kepuasan, apakah itu berkaitan dengan trik, ataupun keluhan tentang EDP (Ejakulasi Premature Dini) atau bahkan tentang ketidak fahaman tentang proses hubungan intim tersebut. Karena para pengantin baru biasanya memang lebih memiliki kekhawatiran yang tinggi terhadap aktivitas seksualnya disaat dia sudah tak merasa mampu memuaskan pasangannya. Karena minimnya pengalaman bahkan ada pula yang sudah lama berumah tangga pun karena tak memiliki ilmu dan pemahaman yang benar, maka akhirnya urusan yang satu ini menjadi terbengkalai.

Padahal kasus ini tidak terjadi karena faktor yang disebut EDP semata, melainkan sejauh mana kedua pihak memahami tentang “Bagaimana sebenarnya proses hubungan ranjang dan klimaks itu bisa terjadi” , karena buruknya pemahaman tentang hal ini pun bisa berakibat “salah” dalam hal memahami masalah ranjang.

Karena masyarakat banyak terbentuk image bahwa hubungan badan yang bagus adalah yang lama berjam-jam, padahal ini image yang salah. Untuk lebih jelasnya masalah ini bisa di baca pada artikel saya Tips sehat dan tahan lama hubungan suami istri dan Memahami Ejakulasi Dini Premature ( EDP )

Kedua

Berkaitan dengan masalah kasus jarangnya melakukan hubungan intim. Hal ini sebenarnya kembali kepada masing-masing pihak, hanya saja secara standar kesehatan memang ada waktu yang baik untuk frekuensi melakukannya, sekitar sepekan 2-3 kali. Namun secara syari’at lebih banyak atau sedikit dari standar tersebut sah sah saja, terkadang memang karena capek, bad mood karena banyak masalah, maka libido bisa saja turun. Selama tak menzhalimi hak pasangan maka hal tersebut tak mengapa .

Ketiga

Terkait dengan point dua diatas, maka faktor perhatian terhadap kepuasan pasangan merupakan faktor yang dianjurkan pula oleh Islam, karena Islam pun mengajarkan keseimbangan antara pria dan wanita pasangan kita. Semisal tak bolehnya syari’at ‘Azl (pengeluaran sperma diluar) jika istri tak berkenan, karena hal itu sekalipun dibolehkan Islam namun jika tak seizinnya maka berarti mengurangi hak istri dalam hal mendapatkan kepuasannya.

Maka selayaknyalah memang masalah ini dibicarakan bersama suami secara baik-baik. Bicarakan bersamanya disaat dia tidak dalam keadaan pusing karena pekerjaan (banyak masalah), bicarakan saat bagus moodnya dan fresh fikirannya. Malah bila diperlukan konsultasikan pada dokter anda atas masalah ini. Karena bisa saja suami memiliki masalah dengan kesehatannya, sekiranya memang ada indikator kearah sana.

Jika dirasakan tidak ada, maka berusahalah mengingatkannya dengan baik bahwa istri memiliki hak untuk “itu” , ingatkan dia melalui tatanan perintah agama bagaimana seharusnya suami bersikap dan menggauli istrinya dengan baik.

Berikan pula informasi – informasi yang benar dalam hal berhubungan intim karena terkadang “salah pemahaman” membuat seseorang tidak bisa memaknainya secara benar, yang berujung “hanya” sekedar melakukan tanpa ilmu dan tanpa pemahaman, yang berujung “kegersangan dalam diam” .

Dan ibu pun sebaiknya terbuka membicarakannya bersama suami, dengan cara dan waktu yang tepat tentunya, karena bisa jadi suami memang kurang memahami masalah tersebut secara baik dan benar.

Kesimpulan :

Terkait masalah ini, kunci solusi permasalahannya adalah kemauan kedua pihak berkomunikasi dengan baik, bisa saling memahami, dan memaknai secara benar dan mengerti bahwa masing-masing pihak sama-sama diharuskan mendapatkan hak dan melaksanakan kewajibannya secara benar. Karena masalah seperti ini, disaat diabaikan, bisa menjadi sebuah bom waktu yang bisa meledak setiap saat.. Wal’iyadzubillah ..

Semoga Allah memberikan hasil terbaik kedepannya buat keluarga ibu. Mohon maaf hanya hal ini yang bisa saya sarankan dan sampaikan, semoga berkenan dan bermanfaat ..

About Abu Iram Al-Atsary

kumpulan catatan dari akun facebook http://facebook.com/abu.iram

Posted on 21 Juni 2012, in Konsultasi Keluarga, Problematika & Solusi masalah keluarga and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tulis Respon Anda Disini :

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: