Rumput dan Tiang Tetangga memang terlihat lebih indah..


Saya yakin anda mampu menangkap ungkapan / kiasan yang saya jadikan sebagai judul diatas…

Dan faktanya memang begitu , ..

Kerap terjadi didalam kehidupan kita sehari-hari, suami sering melirik rumput tetangga, karena terlihat lebih hijau memang, dan begitu pula seringkali sang istri melirik bahwa tiang penyangga dirumah sebelah “kok” terlihat lebih kokoh dan kuat dibanding yang ada dirumah ..

Sepertinya rumput tetangga itu lebih cantik, lebih baik …

Sepertinya tiang rumah sebelah kok lebih kuat, gagah, kokoh, dan mampu menyangga dengan baik…

Itulah pemandangan kita terhadap rumput dan tiang sebelah rumah tetangga, yang mana selalu saja bisa tampil terlihat indah..

Tanya kenapa ?

Jawabannya karena anda belum tahu kondisi sebenarnya !

Seringkali pemandangan yang terlihat membuat mata kasat dan tak jelas, karena syetan memang menghiasinya, sehingga apa yang kita lihat hanya sisi-sisi keindahannya saja, dan tak dapat disangkal, apa yang dihiasi syetan bisa membuka pintu perzinaan yang berujung rumit, terjebak dalam cinta dan tergilas diantara derap langkah dosa.

 

 

Berfikirlah Realistis

Apa yang kita lihat belumlah tentu keadaan yang seutuhnya, dan belum tentu kenyataan yang sesungguhnya, karena mereka pun manusia, yang tentunya memiliki masalah, memiliki nafsu, memiliki keburukan dan kebaikan sebagaimana kondisi kita keadaannya, maka janganlah tertipu dengan penglihatan yang dihiasi syetan, sehingga kita kemudian diajaknya berfikir :

“Indahnya kalau punya istri dia ….”

“Duh mantabsnya kalau memiliki suami sepertinya…”

Padahal kondisi kita sebenarnya sama-sama memiliki pendamping hidup, yang mana “dalamannya” adalah sama saja dengan apa yang dia miliki juga, hanya saja sesuatu yang haram dan tercela selalu saja bisa menjadi tampil lebih indah.

Mungkin … mungkin ya .. jika si wanita tersebut kondisinya lajang, maka bisa saja anda nikahi dia agar bisa menjadi halal kondisinya bagi anda, atau mungkin jika si pria lajang, dan anda lajang, maka anda bisa mencari wasilah untuk menikah dengannya.

Namun jika kondisi anda dan dia sama-sama memiliki pasangan, maka inilah perangkap syetan, dan berhati-hatilah terhadap zina yang diusung dengan menjanjikan 1000x kenikmatan.. jika sudah pernah anda alami, maka bertaubatlah dan tutuplah pintu-pintu wasilah menuju kesana…Karena didalam hukum Islam, perzinahan seseorang yang sudah menikah dan berumah tangga lebih berat daripada seseorang yang masih lajang kondisinya, dari efek hukumannya saja sudah berbeda, yang sudah menikah dirajam sampai mati, sedangkan yang lajang didera dan diasingkan.. berbeda bukan?

Tapi, Pasanganku Banyak Kekurangannya..

Anda benar, tidak ada manusia yang sempurna, manusia selalu diiringi dengan kekurangannya, termasuk orang yang paling dekat dengannya yang kepadanya Anda halal membuka pakaian Anda atau membuka pakaiannya, suami atau istri, tetapi bagaimana bila kekuarangan itu berjumlah tidak sedikit? Bisa capek deh.

Nanti dulu, apa benar pasangan banyak kekurangan? Soalnya Allah itu Maha Adil, saat Dia memberikan kekurangan untuk membuktikan kemanusiaan manusia, dia juga memberikan kelebihan dan secara umum sisi kedua ini lebih banyak dari sisi pertama. Jadi bila Anda melihat sisi kekurangan pasangan yang sepertinya banyak, maka ada baiknya Anda juga melihat kelebihannya, bisa jadi ia juga sama-sama banyak atau bahkan lebih banyak, persoalannya kadang-kadang sisi kelebihan ini belum tergali dan tereksplorasi atau Anda memang memandang sisi ini dengan merem, kalau begitu bagaimana Anda bisa melihat?

Dengan asumsi kekurangan ternyata buanyak banget, apakah memang tidak bisa diperbaiki? Tidak ada sesuatu yang tidak mungkin, sesulit apa pun ia, kecuali ia akan terwujud selama ada usaha gigih dari orang yang berkeinginan. Nah di sini peran Anda dibutuhkan dalam membantunya mentas dari kekurangan-kekurangan tersebut.

Dengan asumsi kekurangan ternyata buanyak banget, lalu bagaimana dengan Anda sendiri? Biasanya jodoh itu sepadan lho. Coba gali dan tengok diri. Benar kan?

Apapun keadaannya, itulah yang Allah berikan, syukuri saja seraya berupaya untuk memperbaiki dan terus memperbaiki, baik diri dan pasangan bil hikmah, dengan bijak, semoga hasilnya baik.

Tetapi jangan sampai Anda membawa kekuarangan tersebut keluar, karena dengan membawa keluar berarti Anda telah menyebarkan aib atau kekurangan pasangannya. Padahal sesama muslim dianjurkan saling menutupi kekurangan masing-masing.

مَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللهُ فِي الدُّنْيَا وَالأَخِرَةِ .

“Barangsiapa menutupi seorang muslim maka Allah menutupinya di dunia dan akhirat.” (HR. Muslim).

Suami atau istri adalah orang yang paling layak kita tutupi kekurangannya. Oleh karena itu Allah mengumpamakan pasangan dengan libas (pakaian) dan salah satu fungsi pakaian adalah menutupi kekurangan badan. Firman Allah, artinya,“Mereka adalah pakaian bagimu, dan kamu pun adalah pakaian bagi mereka.” (Al-Baqarah: 187).

Dengan membawa keluar berarti Anda telah mengghibah pasangan, karena Anda tidak mungkin dalam kondisi tersebut membicarakan kebaikannya, karena yang ada di pikiran anda adalah keburukannya dan orang hanya berbicara apa yang ada di benaknya. Anda mau makan bangkai pasangan Anda sendiri? Firman Allah, artinya, “Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya.” (Al-Hujurat: 12).

Dengan membawa kekurangan keluar, justru tidak mengurai persoalan, bagaimana bila pasangan tahu kalau Anda membuka kekurangannya kepada orang lain? Tidak mengatasi kekurangan tersebut, kecuali bila hal itu dibawa kepada kalangan terbatas dan diharapkan bisa mengatasi kekurangan pasangan.

Apapun dan bagaimanapun, terima dulu karena itulah jatah dan nasibmu, dan selanjutnya perbaiki sebisa mungkin. Wallahu a’lam

Jadi berhati-hatilah, jika ada yang pernah terjadi marilah kita taubati bersama…semoga Allah mengampuni dosa dan kesalahan serta ketergelinciran kita  dan memperbaikinya dimasa yang akan datang..

Diselesaikan diwaktu shubuh,

Rabu, 9 Mei 2012

Oleh Abu Iram Al-Atsary

— Tulisan tambahan diambil dari : Al-sofwah artikel sakinah

About Abu Iram Al-Atsary

kumpulan catatan dari akun facebook http://facebook.com/abu.iram

Posted on 9 Mei 2012, in Problematika & Solusi masalah keluarga and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tulis Respon Anda Disini :

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: