Terjebak dalam masalah sepele


Terjebak Dalam Masalah Sepele..?

Pernahkan Anda terjebak dalam perselisihan dengan suami atau istri? Jawabnya tentu pernah. Karena perselisihan adalah hal yang lumrah terjadi ketika dua manusia yang berbeda karakter dan kepribadian, latar belakang berbeda, cara dibesarkan berbeda, kultur dan pendidikan yang berbeda bersatu dalam satu pernikahan. Apesnya, seringkali suami istri terjebak dalam masalah sepele yang berujung pada pertengkaran sengit. Hal ini biasanya terjadi karena harapan mereka terhadap pasangan tidak tercapai, “Si istri ingin suaminya melakukan A, tetapi ternyata suami malah melakukan B.” Hal-hal sepele seperti; suami tidak pernah menutup laci kembali setelah membukanya. Atau istri lebih suka memasak untuk satu hari penuh dengan alasan menghemat waktu, sementara suami lebih suka istri memasak untuk sekali makan saja.

Nah hal-hal sepele seperti ini, jika tidak segera diatasi, mereka akan menghadapi konflik terus menerus. Kemungkinan terburuknya, satu sama lain saling menjelekkan dan hubungan mereka pun semakin menjauh. Padahal jika hal remeh yang diperdebatkan tidak berhubungan dengan hal prinsip, sebaiknya keduanya belajar untuk lebih toleran dan menerima pasangan apa adanya. Meski demikian bukan berarti bahwa Anda boleh keras kepala dengan mengatakan, “Aku memang begini, jadi kamu harus terima aku apa adanya.” Akan lebih baik jika Anda mengakui kekurangan dan berusaha memperbaikinya.

Setiap pasangan adalah unik dan spesifik. Oleh karena itu masing-masing pasangan harus menggali cara terbaik yang bisa diterapkan dan menumbuhkan perubahan positif bagi pasangan. Memang tidak ada cara yang baku untuk mengatasi hal ini, namun satu hal yang pasti adalah Anda bisa mengikuti cara berikut saat sedang berselisih paham dengan pasangan.

1. Tetapkan skala prioritas atas masalah yang dipertengkarkan. Jika persoalan kecil, jangan dibuat besar. Cukup bicarakan dengan santai. “Mari duduk dan nge-teh.” Sebelum marah dan menegur pasangan karena dia telah melakukan kesalahan atau berbuat sesuatu yang Anda larang, tanyakan dulu pada diri sendiri, “Apakah kesalahannya mempengaruhi hidup saya atau hanya membuat kesal?” Jika tidak berpengaruh apa-apa terhadap hubungan atau diri Anda, diam dulu dan hindari pertengkaran.

2. Pikirkan cara terbaik untuk menyampaikan keluhan Anda pada pasangan. Buatlah pasangan serileks mungkin, setelah pasangan merasa tenang pikirannya, mulailah menjelaskan keluhan Anda. Di sini Anda bisa mulai mempengaruhinya untuk melaksanakan keinginan Anda. Saat komplain kepada pasangan, katakan apa yang Anda mau, bukan yang Anda tidak inginkan. Karena komplain sebaiknya memberi dampak positif setelahnya, bukan malah memperburuk masalah.

3. Pikirkan waktu terbaik untuk menyampaikan keluhan pada pasangan. Pilih waktu tepat. Misalnya saat pasangan sedang tidak lelah atau sibuk.

4. Hindari menggunakan kata “terserah”. Jangan bersikap pasif dalam setiap perdebatan dengan berkata, “terserah apa maumu.” Sikap tersebut mungkin dapat meredakan pertengkaran tapi sifatnya hanya sementara dan justru bisa membuat masalah jadi ‘menggunung’.

5. Sodorkan solusi alternatif untuk didiskusikan dengan pasangan atas masalah kecil yang dipertengkarkan.

6. Dapatkan komitmen bersama akan apa yang akan dilakukan jika dikemudian hari menghadapi persoalan yang sama. Prinsipnya adalah perselisihan hal-hal kecil harus diselesaikan dengan membawa solusi yang sehat dan menyenangkan bagi kedua belah pihak. Perselisihan kecil tapi menimbulkan pertengkaran yang menyakitkan sama sekali tidak membawa manfaat dan dampak positif bagi pertumbuhan dan kebahagiaan suami-istri.

7. Berlapang dadalah kepada pasangan dan berusaha melupakan sebagian sisi negatif yang ada pada dirinya. Allah berfirman, “Dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” ( Ali Imran : 134).

Mintalah maaf kepadanya dan berikan alasannya. Contohnya, “Aku minta maaf karena kemarin pergi tanpa memberitahumu.” Tunjukkan bahwa Anda merasa bersalah karena telah mengecewakan pasangan dan katakan bahwa Anda tidak akan melakukan kesalahan yang sama.

Jadi kunci dari semua itu adalah cara kita berkomunikasi dengan pasangan, komunikasi yang baik bisa menciptakan hubungan yang bahagia dan menyenangkan dengan pasangan. Berhati-hatilah dalam pemakaian kata dan nada suara terutama bila berkomunikasi dengan pasangan, karena kalimat yang sama bila diucapkan dengan nada yang berbeda akan memberikan arti yang berbeda pula. Janganlah sampai jembatan komunikasi di antara Anda berdua terputus hanya karena suatu perkataan yang diterjemahkan secara berbeda. Bertengkar karena masalah sepele? Gak usah lah. (Ummu Awab).

http://www.alsofwa.com/19481/terjebak-dalam-masala-sepele.html

About Abu Iram Al-Atsary

kumpulan catatan dari akun facebook http://facebook.com/abu.iram

Posted on 6 Mei 2012, in Problematika & Solusi masalah keluarga and tagged , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tulis Respon Anda Disini :

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: